Desa Margorejo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini terletak di bagian paling utara Kecamatan Cepiring dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa sehingga memiliki potensi pada sektor pertanian, perikanan, dan kelautan.
Desa Margorejo berada pada koordinat geografis:
Lintang (S) : 06° 52' 42,385"
Bujur (E) : 110° 09' 41,970"
Desa Margorejo memiliki batas wilayah sebagai berikut:
Utara : Laut Jawa
Timur : Desa Pidodo Kulon
Selatan : Desa Korowelanganyar
Barat : Desa Korowelanganyar
Secara administratif, Desa Margorejo terdiri atas:
4 Rukun Warga (RW)
11 Rukun Tetangga (RT)
Jumlah penduduk Desa Margorejo sebanyak 1.482 jiwa. Sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan, seiring dengan kondisi geografis desa yang berada di kawasan pesisir.
Dalam bidang keagamaan, mayoritas penduduk memeluk agama Islam. Selain itu, terdapat sebagian masyarakat yang beragama Kristen Protestan serta menganut Aliran Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kehidupan masyarakat berlangsung harmonis dengan semangat toleransi dan gotong royong.
Fasilitas peribadatan di Desa Margorejo meliputi:
2 Masjid
4 Musala
Desa Margorejo memiliki beberapa sarana pendidikan, yaitu:
SD Negeri Margorejo
TK Siswo Utomo
TPQ Al Hasan
Keberadaan lembaga pendidikan tersebut menjadi sarana pembinaan generasi muda, baik dalam pendidikan formal maupun pendidikan keagamaan.
Perekonomian masyarakat Desa Margorejo didominasi oleh sektor pertanian dan perikanan. Selain itu, pengembangan ekonomi desa juga dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang mengelola berbagai unit usaha produktif.
Desa Margorejo memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) bernama BUM Desa Muji Berkah yang berperan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengelolaan berbagai unit usaha.
Unit-unit usaha yang dikelola meliputi:
Unit Usaha Ternak Sapi "Soneta", bergerak di bidang peternakan sapi sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat.
Unit Usaha Pengolahan Sampah "TPS3R Rejomulyo", berfokus pada pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
Unit Usaha Rice Milling "Margo Makmur", menyediakan layanan penggilingan padi untuk mendukung sektor pertanian.
Unit Usaha Embung Budidaya Ikan Air Tawar "Embung Mulyo", mengembangkan budidaya perikanan air tawar sekaligus mendukung ketahanan pangan desa.
Unit Usaha Lumbung Milik Gapoktan "Bondho Utomo", berfungsi sebagai sarana penyimpanan hasil panen dan penguatan ketahanan pangan masyarakat.
PAM Desa, menyediakan layanan penyediaan air bersih bagi masyarakat Desa Margorejo.
Sebagai desa pesisir, Margorejo memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan, antara lain:
Pertanian tanaman pangan.
Perikanan tangkap dan budidaya.
Peternakan sapi.
Pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Ketahanan pangan melalui lumbung desa.
Pengembangan usaha desa melalui BUM Desa Muji Berkah.
Potensi wisata berbasis pesisir dan embung.
Dengan letaknya yang strategis di pesisir Laut Jawa serta dukungan kelembagaan desa dan BUM Desa yang aktif, Desa Margorejo terus berupaya mengembangkan potensi lokal guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Nama Akun Resmi Sosial Media :
Tiktok, Facebook, Instagram, thread : Margorejo Desaku
Asal nama Desa Margorejo berhubungan erat dengan perjuangan Adipati Bahurekso yang menyerang Batavia pada tahun 1629 M. Pada waktu itu Adipati Bahurekso mengutus seorang Abdi Dalem yaitu Tumenggung Kertiwongso untuk menjadi telik sandi ke Batavia. Singkat cerita Tumenggung Kertiwongso menemukan suatu karang yang kemudian ditanami pohon kemangi dan akhirnya tempat tersebut dijadikan paseban. Paseban tersebut dijadikan tempat persinggahan untuk mengatur siasat perang ke Batavia. Para tokoh yang berkumpul di paseban tersebut antara lain:
Pada waktu para tokoh berkumpul sambil menunggu Sultan Agung Hanyokrokusumo rawuh ke Paseban Kemangi untuk mengatur strategi, maka para tokoh tersebut beristirahat. Sultan Agung berjalan-jalan menyusuri pantai dengan menaiki sampan, namun setelah sampai di suatu tempat yang merupakan tanah gisik, beliau berjalan melewati gisik tersebut. Karena gisik tersebut digunakan sebagai jalan (margo) dan yang melewati adalah seorang raja (rejo), maka tempat tersebut dinamakan “Margorejo” yang artinya Jalan Raja.
Sejarah pemerintahan Desa Margorejo mengalami dinamika pemerintahan desa dari periode ke periode. Adapun nama-nama Kepala Desa beserta perangkat desanya sebagai berikut:
“Prima Dalam Pelayanan Masyarakat, Semangat Dalam Bekerja, Transparansi Dalam Semua Bidang, Bermartabat Dan Menuju Kesejahteraan“
| Foto | Nama | Jabatan |
|---|---|---|
![]() |
SEPTIAN MAHENDRA S.Pd | Sekretaris Desa |
![]() |
SUSIYO | Kaur Keuangan |
| ANI NOVIASARI S.Pd | KAUR PERENCANAAN dan UMUM | |
![]() |
SUNOTO | Kasi Pemerintahan |
![]() |
SUMARTONO | Kasi Kesejahteraan |
| NANANG KURNIAWAN | Kasi Pelayanan |